Pemerintah Guatemala menahan mantan kepala angkatan bersenjatanya karena dituduh sebagai aktor intelektual kasus pembunuhan massal selama perang saudara.
Arwani Syaerozi layak merasa bangga. Sebab di usia 30 tahun, dia telah menggondol gelar doktor sekaligus menjadi doktor termuda di negeri orang, Maroko. Selamat!