Pansus tentang pengusutan dugaan pembobolan Bank Jabar Banten (BJB) baru akan dibentuk DPRD Jabar setelah ada hasil penyelidikan dari KPK dan Kejagung.
Janji DPRD Jabar membentuk pansus tentang pengusutan pembobolan Bank Jabar Banten (BJB) ditagih. Lebih dari 300 orang yang menamakan diri Forum Penyelamat BJB menggelar aksi di halaman Gedung Sate.
Kejaksaan sudah memeriksa Ahmad Fathanah dalam dugaan korupsi penggunaan kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ke PT Cipta Inti Permindo (CIP). Pemeriksaan terkait aliran dana dari tersangka YS Direktur PT CIP.
Puluhan mahasiswi dari Korpri PKC Jabar gelar aksi jalan kaki tanpa sepatu sekitar 500 meter menuju Gedung Sate, Kota Bandung. Mereka melakukannya dalam rangka peringatan Hari Perempuan Dunia.
DPRD Jabar berencana membentuk pansus untuk menyelesaikan masalah pembobolan Bank Jabar Banten (BJB). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan tidak perlu ada pansus. Mengapa?
Tim penyidik Kejaksaan Agung memeriksa Ahmad Fathanah dalam perkara dugaan korupsi pemberian dan penggunaan kredit Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten ke PT Cipta Inti Permindo. Fathanah diperiksa sebagai saksi di KPK.
Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Arak) Jabar mendesak pengusutan kasus dugaan pembobolan Bank Jabar dan Banten (BJB). Mereka menilai BJB merupakan aset rakyat Jabar yang harus diselamatkan.
Laporan dugaan kredit fiktif terkait Bank Jabar Banten (BJB) sudah masuk ke bagian pengaduan KPK. Tim dari KPK telah diturunkan untuk mulai mengusut kasus tersebut.
Kejaksaan Agung tengah menyidik kasus dugaan kredit fiktif Bank Jabar Banten (BJB) di Surabaya. 4 Orang sudah ditetapkan menjadi tersangka. Nilai kerugian pun diduga puluhan miliar.