Hujan yang mengguyur seputaran Istana Negara ternyata tidak lama. Para buruh yang sebelumnya berlarian berteduh, kini mulai kembali turun ke jalan dan mengepung kantor Presiden SBY itu.
Cuaca panas yang semula menemani para buruh melakukan aksi demo di Istana tiba-tiba saja berganti menjadi hujan. Tak ayal, ribuan buruh langsung kocar-kacir menghindari guyuran hujan.
Hari Buruh Sedunia juga diperingati ratusan buruh di Yogyakarta. Mereka berkumpul di kawasan Jl Maliboro. Para buruh ini menuntut sistem kontrak dihapus dan kenaikan upah buruh serta ditetapkannya 1 Mei sebagai hari libur nasional.
Menjelang ribuan buruh yang akan mengelar demo memperingati May Day di depan kantor gubernur, Jalan Pahlwan ditutup total. Petugas kepolisian pun bersiaga dan membuat barikade dua lapis.
Sedikitnya 4 unit water cannon disiagakan di depan Istana Merdeka menyambut ribuan buruh yang akan demo memperingati May Day. Lalu lintas di kawasan Istana masih normal.
Persiapan menyambut demo buruh peringatan Hari Buruh tepat 1 Mei, sekitar 2.600 personel disiagakan dan disebar di beberapa titik. Polisi juga berjaga di perusahaan yang diperkirakan disweeping buruh.
Mengamankan aksi May Day yang berunjuk rasa, Satlantas Polwiltabes Surabaya akan mengawal para buruh. Pengawalan di 4 titik itu, Bundaran Waru, Jalan HR Muhammad, Romo Kalisari dan Lakarsantri.
Momentum peringatan Hari Buruh International atau May Day dimanfaatkan para buruh untuk melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut reformasi Jaminan Sosial, Jamsostek, serta tuntutan lainnya.