Pro dan kontra yang menyelimuti konser Lady Gaga di benua Asia, khususnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 3 Juni 2012 mendatang, mendorong Troy Carter selaku manajer Gaga untuk buka mulut di ajang konferensi musik yang digelar di Singapura pada Kamis (24/5) ini, seperti dilansir AFP.
Kendati menuai polemik banyak pihak, promotor Lady Gaga tampaknya terus mengupayakan agar konser artis asal Kanada itu bisa digelar di Indonesia. Terkait perizinan dari beberapa instansi, Mabes Polri menyatakan hal tersebut sudah diterima.
Kerinduan penikmat konser akan pentas musik yang digelar promotor senior, Java Musikindo, akan segera usai. Pasalnya, Java Musikindo siap merampungkan puasa konser mereka dengan kembali memboyong Maroon 5 ke Jakarta pada 5 Oktober mendatang.
Menko Polhukam Djoko Suyanto tidak mempersoal adanya massa FPI yang mempunyai tiket konser Lady Gaga. Hanya saja, kepada si pemegang tiket diingatkan agar tidak melontarkan ancaman.
Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta agar masyarakat saling menghormati terkait konser Lady Gaga. Bagi yang suka dipersilakan menonton, kalau tidak suka sebaiknya jangan menonton.
Selain mengikuti pertandingan dalam perhelatan sepakbola indoor 'EPL Masters Indonesia Cup', beberapa bintang EPL Masters juga memiliki agenda lain. Salah satunya adalah coaching clinic.
Event 'EPL Masters Indonesia Cup' menjanjikan dua hal. Selain bisa melihat mantan-mantan bintang Liga Inggris, penonton juga bisa menyaksikan legenda-legenda nasional.
Perizinan konser Lady Gaga mendapat banyak pertentangan dari ormas-ormas keagamaan. Hal itu pun seakan menjadi pelajaran berharga untuk promotor yang ingin mendatangkan artis dunia.
Pihak promotor Big Daddy menegaskan telah mengantongi surat izin untuk penjualan tiket konser Lady Gaga. Izin tersebut dikeluarkan Polda Metro Jaya pada tanggal 8 Maret 2012.