Rupiah masih mengalami volatilitas tinggi yang membuat posisinya tidak stabil terhadap dolar AS. Investor dan pelaku pasar terus mengoleksi rupiah karena antisipasi penerbitan surat utang AS.
Persiapan memborong rencana penerbitan surat utang Amerika Serikat diperkirakan menjadi salah satu faktor utama yang memicu pelemahan rupiah. Investor dan spekulan mulai koleksi dolar AS.
Aksi spekulasi disinyalir masih menjadi penyebab utama pelemahan rupiah selama satu bulan terakhir. Ada indikasi spekulan memalsukan dokumen underlying asset untuk memborong dolar AS secara masif.
Pasar valas dalam negeri dilanda kekeringan likuiditas seiring ketatnya likuiditas di pasar global. Keluarnya data inflasi diharapkan bisa mendobrak kebuntuan sentimen segar di pasar valas.
Pengumuman BI Rate oleh bank sentral Rabu siang ini belum dipastikan langsung berpengaruh terhadap rupiah. Namun tetap saja mata uang lokal ini berharap sabetan dari sentimen BI Rate.
Pengumuman BI Rate oleh bank sentral Rabu siang ini belum dipastikan langsung berpengaruh terhadap rupiah. Namun tetap saja mata uang lokal ini berharap sabetan dari sentimen BI Rate.