KPK mengusut aliran uang dugaan suap ekspor benih lobster dengan tersangka Edhy Prabowo. KPK menduga Edhy Prabowo memakai uang suap memodifikasi mobilnya.
KPK buka suara soal penyidik kasus dugaan suap ekspor benur dan dugaan korupsi bansos yang dilaporkan MAKI ke Dewas KPK. KPK menghormati laporan tersebut.
Edhy Prabowo sewaktu sebagai Menteri KKP disebut meminta Rp 5 miliar untuk pengurusan izin ekspor benur. Namun akhirnya Edhy Prabowo menerima Rp 2,1 miliar.
Usai memeriksa notaris bernama Alvin Nugraha, KPK menduga bahwa uang suap ekspor benur dipakai untuk pengurusan akta hibah tanah di Cianjur, Jawa Barat.