Saham-saham di bursa Wall Street berhasil bangkit dari keterpurukan meski ditutup masih melemah. Keputusan Bank Sentral AS untuk menambah stimulus membawa sentimen positif ke pasar.
Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga ekstra rendah di kisaran 0-0,25%. The Fed juga menjanjikan stimulus tambahan guna mendongkrak perekonomian AS karena proses pemulihannya yang lambat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak kuasa melawan koreksi global. IHSG melemah seiring koreksi besar atas saham PT Astra International Tbk (ASII) dan sejumlah saham unggulan lain.
Di tengah penguatan bursa-bursa utama dunia, peluang IHSG untuk menguat lagi masih terbuka meski tipis saja. Investor juga akan mencermati gerak bursa-bursa regional menjelang pertemuan Bank Sentral AS.
Saham-saham di bursa Wall Street bergerak menguat tipis menjelang pertemuan Bank Sentral AS yang kemungkinan akan menentukan berbagai kebijakan untuk menggenjot perekonomian AS.
BI seharusnya bisa menurunkan BI rate dibawah 6,5% agar laju pertumbuhan ekomomi bisa lebih cepat melaju. Dengan acuan suku bunga The Fed 0,25%, BI Rate seharusnya bisa dikisaran 3-4%.
IHSG pekan lalu bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat menembus rekor tertingginya. Selama sepekan IHSG naik sebesar 0,89% sebagai cermin dari positifnya pandangan investor terhadap kinerja emiten.