Walikota Surabaya Tri Rismaharini terkenal tegas bahkan galak selama menjabat. Namun, ia mengaku sebenarnya sempat dirudung ketakutan untuk maju dan menjabat sebagai walikota.
Seorang warga Medokan Ayu Tambak, Nur mendatangi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Matanya berkaca-kaca, perempuan 30 tahun ini memohon supaya Risma mau menyekolahkan anak yatim-piatu tetangganya.
Sudah sebulan ini area Taman Surya direnovasi. Walikota Surabaya Tri Rismaharini ingin warga berkebutuhan khusus dan tuna netra juga bisa ikut menikmati fasilitas taman yang ada di depan Balai Kota Surabaya.
Kedekatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan warganya memang tidak terbantahkan lagi. Risma tak sungkan menyapa dan mengobrol dengan siapa pun, termasuk dengan seorang penjual es lilin. Obrolan pun diakhiri dengan memborong es lilin.
Wali Kota Tri Rismaharini telah memberikan bantuan sejumlah uang dan mesin jahit untuk Endang Tri Wahyuni (47). Risma juga meminta ke Endang, supaya dia kembali ke RT untuk mengurus KTP dan SKM (Surat Keterangan Miskin).
Hadirnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut melayani pendaftaran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat perhatian warganya. Tak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata, dan meminta Risma supaya tidak mundur.
Endang Tri Wahyuni (47) datang ke Balai Kota Surabaya untuk mendaftar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Perempuan ini justru mendapat hadiah sebuah mesin jahit dari Wali Kota Risma.