Beberapa pihak mempertanyakan, mengapa anak usaha Pertamina yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) memilih berkantor pusat di Singapura ketimbang diIndonesia.
Sampai saat ini, Indonesia masih mempertahankan BBM jenis premium dengan RON 88. Padahal bensin jenis ini sudah tidak ada lagi yang menggunakan di dunia.
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri menyebut Pertamina melalui anak usahanya Petral mengimpor bensin untuk keperluan dalam negeri. Sebanyak 70% kebutuhan bensin Premium saat ini disokong dari impor.