Mendikbud M Nuh sedih dan mohon maaf sebesar-besarnya atas karut marut pelaksanaan UN. Ia sempat takut dimarahi Presiden SBY dan siap bertanggung jawab, seperti 3 hal ini:
Ombusman akan meminta penjelasan Mendikbud M Nuh terkait pelaksaanaan Ujian Nasional tingkat SMA/sederajat yang bermasalah. Ombudsman menjadwalkan bertemu Mendikbud besok, Kamis 18 April.
Karut marut persiapan Ujian Nasional (UN) membuat pelaksanaan UN di 11 provinsi tertunda, para siswa pun menjadi korban. Kalangan pimpinan DPR meminta KPK mengusut kemungkinan adanya pelanggaran hukum di tender percetakan soal UN.
Mendikbud M Nuh kaget menerima panggilan mendadak dari Presiden SBY sore ini. Dirinya mengaku takut dimarahi Presiden karena keterlambatan pelaksaan ujian nasional di 11 provinsi.
Kemendikbud langsung mengambil alih proses pengepakan dan pendistribusian soal dan jawaban UN dari PT Ghalia Indonesia Printing. Malam ini, lembar soal dan jawaban UN siap diantar ke 11 provinsi yang mengalami keterlambatan UN.
"Saya tidak ingin melepaskan tanggungjawab itu ke pihak manapun. Karena ini terkait pendidikan dan ujian, maka menteri yang paling bertanggung jawab," kata Mendikbud M. Nuh.
"Beliau memerintahkan investigasi mulai dari proses pengadaannya barang dan jasa, sisi kepanitiaan dan pelaksana, dan percetakannya," ujar Mendikbud M Nuh.
PT Ghalia Indonesia Printing menjadi sorotan karena gagal mencetak soal ujian nasional (UN) di 11 provinsi. Ternyata PT Ghalia memang bukanlah pemenang untuk proyek ini.