Pemerintah Cina tidak hanya melarang Muslim Uighur untuk pergi ke masjid. Mereka juga turut mencampuri akan kewajiban umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Larangan ini telah melanggar hak asasi manusia.
Media Barat dituding mendorong terorisme di wilayah Xinjiang, China. Sebabnya, media Barat telah keliru menyebut kekerasan di wilayah itu sebagai konflik etnis antara minoritas muslim Uighur dan etnis mayoritas China, Han.
Korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi di wilayah Xinjiang, China bertambah menjadi 35 orang. Otoritas setempat menyebut, kerusuhan itu dipicu oleh serangan teroris terhadap kepolisian setempat.