Pembantaian yang terjadi di Suriah mendapat perhatian khusus dari Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI). LPOI menentang Amerika Serikat yang bersikeras melancarkan aksi militer ke Suriah.
Serangan-serangan bom tiada berkesudahan di Irak. Para militan mengebom dua rumah milik dua pria Syiah kakak-beradik. Akibatnya, 18 orang tewas termasuk anak-anak dan wanita.
Sedikitnya 60 orang tewas dalam serangkaian serangan bom dan penembakan di wilayah permukiman Syiah di ibukota Irak, Baghdad, Selasa (03/09). Ledakan yang terjadi nyaris bersamaan juga terjadi di Talbiya, Sadiya, di sebelah barat dan pusat distrik Karrada, dengan korban tewas 19 orang.
Mengutip pernyataan sejumlah pejabat senior AS, bahwa militer Amerika Serikat siap melancarkan serangan ke Suriah jika Presiden Barack Obama memerintahkannya. Pertanyaan besarnya adalah beranikah Amerika Serikat menyerang Suriah?
Rangkaian serangan bom di berbagai daerah di Irak menewaskan setidaknya 46 orang. Kota Baghdad dan Baquba menjadi daerah yang terparah terkena dampaknya.
Serangkaian serangan bom terjadi di Baghdad dan wilayah utara Irak pada Minggu (25/8/2013). Sedikitnya 48 orang tewas akibat rangkaian serangan bom tersebut.
Mengapa gelombang demokratisasi yang seakan dimulai dengan gemilang 2011 lalu justru begitu cepat hancur berantakan? Skenario anti demokrasi apa yang sedang terjadi di Mesir saat ini?