Militer Mesir kemarin menjilat ludahnya sendiri. Mereka menembaki ribuan pendukung presiden terguling Mohammad Mursi, setelah mempersilakan pendukungnya berunjuk rasa selepas salat Jumat.
Serangan berdarah itu terjadi di luar markas pengawal kepresidenan di Kairo, yang kabarnya Mursi ditahan pihak militer setelah dikudeta dari jabatannya Rabu malam lalu.
Kelompok Ikhwanul Muslimin mengajak warga Mesir untuk menggelar aksi demo sebagai tanda dukungan bagi Mohamed Morsi. Menjelang demo itu, belasan jet militer terbang rendah dan mengitari wilayah Kairo.
Setelah jutaan orang Mesir turun ke jalan memprotes Presiden Mohamed Mursi dan diikuti kudeta militer terhadap kepala negaranya, hari ini giliran Ikhwanul Muslimin turun ke jalan. Ikhwanul Muslimin menyatakan akan berunjuk rasa besar-besaran seusai Salat Jumat (Jumat malam di Indonesia) menentang kudeta dan pelengseran pemimpin mereka dari kursi presiden.
Pendukung Ikhwanul Muslimin berencana menggelar unjuk rasa hari ini di Kairo, Mesir. Mereka memprotes kudeta militer terhadap Presiden Mohammad Mursi, yang memenangi pemilihan umum tahun lalu.
Dalam waktu dua tahun, terjadi penggulingan dua presiden di Mesir. Tak sedikit nyawa dan harta benda yang dikorbankan dalam prosesnya. Ini detik demi detik proses demokrasi di negeri piramida.
Kudeta militer terhadap presiden Mesir, Mohamed Morsi, menjadi preseden buruk bagi pembangunan demokrasi. Kudeta militer ini bisa makin memperparah keadaan Mesir.