Mobil listrik sudah dijual di berbagai negara di dunia, namun belum maksimal. Agar mobil listrik bisa oke penjualan, waktu pengisian baterai harus singkat.
Mobil ramah lingkungan dari Nissan yakni E-power sudah siap untuk diluncurkan. Namun Nissan memilih menanti aturan soal mobil rendah emisi terlebih dulu.
Qualcomm punya standar baru untuk pengisian baterai cepatnya yang diberi nama Quick Charge. Dan kini, standar tersebut sudah mencapai generasi ketiga alias 3.0 yang mampu mengisi 80% baterai dalam waktu 35 menit.
Dua pabrikan mobil, BMW dan Nissan, boleh bersaing dalam hal penjualan mobil listrik. Tetapi di balik persaingan ketat itu, mereka justru bekerja sama. Dalam hal apa?
Tak mau ketinggalan dengan produsen mobil lain, KIA akhirnya memiliki mobil listrik yang dijual massal yakni KIA Soul EV. Sesuai namanya, ini adalah versi listrik dari mobil Soul.
Pabrikan Jerpang Nissan akhirnya sudah tidak bisa menahan gejolak untuk bisa memperbanyak lineup mobil listrik milik mereka. Tidak tanggung-tanggung Nissan berencana akan melahirkan 5 varian listrik global terbaru.
Kehadiran teknologi Electric Vehicle (EV) atau yang lebih sering disebut sebagai mobil listrik memang dipandang sebagai solusi terbaik dibalik keterbatasan sumber daya energi minyak yang terus menipis.
Era mobil listrik nampaknya makin dekat. Pertamina pun sudah memikirkannya. Untuk itu, stasiun pengisian energi untuk mobil listrik mobil mereka siapkan. Jadi, mobil listrik dimasa depan bisa nge-charge di berbagai tempat seperti mall.
Pintu pameran Los Angeles International Auto Show, belum juga dibuka, tetapi Chevrolet sudah tidak sabar ingin memperkenalkan mobil terbaru mereka yakni Spark bertenaga listrik alias Spark EV.