Setelah Selasa (11/1/2005) kemarin dua orang tewas seketika setelah jatuh dari KRD jurusan Surabaya-Bojonegoro, karena kesangkut kabel telepon, hari ini kembali makan korban.
Memperingati hari ulang tahun ke-49, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Yogyakarta menggelar pawai keliling kota. Mereka menyerukan masyarakat untuk membantu korban tsunami.
Lettu Petrus Aditia menjadi korban tewas musibah heli TNI AU. Aditia meninggalkan istri yang hamil dua bulan. Aditia juga batal rayakan Natal bersama ibundanya.