Para biksu tahun 2007 berada di garis depan "Revolusi Saffron" melawan junta yang saat itu berkuasa di Myanmar. Aksi ini membuka jalan bagi reformasi demokrasi.
Para pemberontak di Myanmar Timur mengklaim bahwa junta militer telah melancarkan serangan udara ke wilayah mereka usai mereka merebut pangkalan militer
Militer Myanmar menambah gempar usai melancarkan serangan udara ke wilayah yang diduduki pemberontak. Serangan itu dilakukan usai pangkalan militer direbut.
Kesaksian polisi Myanmar yang menolak perintah militer untuk menembak demonstran menghebohkan publik. Mereka kini mengundurkan diri dan kabur ke India.