Para pemberontak mengklaim telah menguasai pangkalan udara militer Suriah di Deir el-Zour, Suriah timur. Pemberontak juga menyandera setidaknya 16 tentara dan menyita senjata-senjata.
Pemerintah Turki menutup jalur perbatasannya dengan Suriah. Namun penutupan ini hanya berlaku bagi arus komersil sedangkan bagi para pengungsi yang kabur dari Suriah masih tetap dibuka.
Para komando mantan pasukan khusus Inggris, Special Air Service (SAS) dikabarkan tengah melatih kelompok-kelompok oposisi yang mengangkat senjata melawan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.