Komisi A DPRD Surabaya mendesak Tim Anggaran Kota Surabaya dan Panwas untuk tidak hanya saling berkirim surat. Anggota dewan berharap mereka segera bertemu.
Panitia Pengawas (Panwas) Kota Surabaya mengancam akan 'mogok' dalam Pilkada 2015. Namun sikap tersebut dipertanyakan dewan hingga menyesalkan sikap egois panwas.
Inspektorat Kota Surabaya menilai pihaknya tidak bisa memberikan sanksi atas polemik antara Ketua Komisi D Agustin Poliana dengan Satpol PP. Sebab, selain kasus sudah selesai juga dianggap ringan.
Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto dengan gentlemen minta maaf kepada Ketua Komisi DPRD Surabaya, Agustin Poliana. Menurutnya, selama 3 tahun menjabat sebagai Kasatpol PP, baru ada kejadian seperti ini.
Komisi A DPRD Surabaya akan memanggil KPU dan Panwas Kota Surabaya untuk membahas anggaran Pilkada Surabaya 2015. Salah satu topik yang dibahas anggaran tambahan yang diminta panwas yang dinilai terlalu tinggi.
Anggaran Pilkada Surabaya sebesar Rp 91,6 miliar sampai saat ini belum cair. DPRD Surabaya pun mendesak Pemkot Surabaya mencairkan anggaran agar KPU bisa segera memulai tahapan pilkada.
Panitia Pengawas (Panwas) berencana mengajukan penambahan 4 ribu pengawas lapangan untuk Pilkada Kota Surabaya 2015. Penambahan ini membuat anggaran panwas bengkak menjadi Rp 12 miliar dari APBD 2015 yang sudah disetujui dewan Rp 5 miliar.
Satu-satunya menjawab kebutuhan warga Kota Surabaya terhadap pemukiman dengan pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan yakni membangun rumah susun (rusun).