Kedubes Inggris di Jakarta dibakar demonstran (18/9/1963), dua hari setelah Federasi Malaysia didirikan. Soekarno mengirim ribuan sukarelawan ke perbatasan, di antara mereka terdapat dokter, mahasiswa, pemuda, bahkan wartawan.
Kepolisian Polda Metro Jaya mencatat terjadi lebih dari sepuluh kali aksi unjuk rasa yang berkaitan dengan Malaysia. Polisi menjamim keamanan warga Malaysia yang ada di Jakarta.
Sekitar 3.000 orang petani dari seluruh Indonesia mendatangi Istana Negara. Mereka menuntut pembagian 9,6 juta hektar lahan pertanian kepada pemerintah.
Sekitar 20 orang dari Migrant Care menggelar aksi di depan Kedubes Malaysia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, terkait penganiayaan dan pemerkosaan terhadap PRT asal Lampung, Winfaidah. Akibatnya jalur Kuningan arah Menteng tersendat.
Hujan yang beberapa hari terakhir melanda Ibukota tak menyurutkan para demonstran yang hendak melakukan unjuk rasa. Tercatat, ada 8 unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Ibukota hari ini.
Sekitar 200 orang dari Forum Solidaritas Kebebasan Beragama menggelar demonstrasi di depan Istana Presiden, Jl Medan Merdeka utara, Jakarta Pusat. Mereka mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan terhadap jemaat Gereja HKBP di Ciketing, Bekasi.