Sampai saat menulis surat ini masih tidak ada dari pihak LG yang menghubungi perihal status perbaikan HP saya. Berulang kali saya telepon selalu sibuk. Kalau pun masuk tidak ada orang yang mengangkat.
Impor barang konsumsi seperti komputer, telepon genggam, harus melalui ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) untuk mendongkrak investasi. Hal ini akan diterapkan pemerintah seperti layaknya impor kendaraan bermotor.
Saya bingung. Sebagai pemakai handphone LG Viewty dengan stylus apakah kalau stylus hilang harus membeli HP baru lagi dan tidak diberikan solusi sama sekali oleh Service Center LG.
Saya benar-benar kecewa. Padahal LG sedang gencar-gencarnya beriklan untuk produk HP-nya. Sayang LG tidak memikirkan kualitas purna jualnya. Saya tunggu tanggapannya dari LG.
ZTE merayakan keberhasilan menjual 100 juta handset ke pasaran. Ke depan, mereka mencanangkan target ambisius, menjadi 3 besar produsen handset di seluruh dunia.