Setelah hampir 20 jam Bandara Abdulrachman Saleh ditutup untuk proses perbaikan, landasan pacu kembali dibuka pukul 08.00 WIB. Dan jadwal penerbangan komersial kembali normal.
Sungguh pengalaman saya ini membuat saya sangat kecewa dengan pelayanan Batavia Air dalam menangani keluhan dari pelanggannya. Saya tetap pada posisi menuntut bagasi saya yang hilang ditelusuri dan ditemukan secepat mungkin.
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan dibantu sejumlah tim dari kejaksaan-kejaksaan di daerah masih melakukan pencarian atas Pemred Majalah Playboy Erwin Arnada. Kejaksaan mengimbau Erwin untuk taat hukum dan menunjukkan dirinya.
Kami mencari barang bawaan yang sebelumnya kami masukkan ke bagasi di Bandara Hang Nadim. Setelah mencari sana-sini dan bertanya ke petugas dari 3 rangkaian truk pengangkut bagasi tak satu pun kami menemukan barang bawaan kami.
Saya sudah proaktif mengikuti saran Mandala Air. Tetapi, hanya maaf yang disampaikan. Hanya perubahan tiket yang saya minta. Mengapa sangat sulit memenuhinya. Hanya tinggal ketik. Tidak perlu beranjak dari kursi. Mohon perhatiannya.
Saya menghabiskan Rp 4,614,400 untuk membeli tiket Air Asia. Saya harus interlokal dari Surabaya menghabiskan banyak biaya menghubungi Call Centre tapi mendapatkan solusi yang hanya 'menguntungkan' Air Asia.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 9 jam perjalanan udara, saya akhirnya tiba di Jakarta pukul 15:00 WIB (artinya 17:00 WIT). Saya berangkat dari Jayapura menggunakan Maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airlines tepat pukul 08:00 WIT dengan rute penerbangan Jayapura-Timika-Makassar-Jakarta.
Saya bertanya kenapa Merpati tidak tanggap terhadap customer-nya. Padahal, saya sudah konfirmasi ke Merpati sejak Jumat sore. Akhirnya sekitar pukul 15.00 saya baru mendapat informasi bahwa penerbangan saya bisa digeser.