JD Vance, cawapres AS dari Partai Republik, tiba-tiba menyerang Apple dan menuding produsen iPhone itu mengambil keuntungan dari pekerja budak di China.
AS memperingatkan Israel bahwa mereka tidak bisa memulangkan warga dengan aman ke wilayah utara, jika terjadi perang besar-besaran dengan Hizbullah atau Iran.