Wall Street kembali menguat untuk hari keduanya meski ada kemungkinan serangan militer AS ke Suriah. Sentimen negatif itu bisa ditepis oleh kuatnya penjualan otomotif AS.
Pembantaian yang terjadi di Suriah mendapat perhatian khusus dari Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI). LPOI menentang Amerika Serikat yang bersikeras melancarkan aksi militer ke Suriah.
Dua partai besar di arena politik Australia, yaitu Partai Buruh (Labor) dan Partai Liberal, menjalankan call center. Tujuannya untuk menelepon pemberi suara yang belum memastikan pilihan mereka dalam pemilu 7 September mendatang.
Menlu AS John Kerry menegaskan AS harus bertindak terhadap Suriah. Jika AS berdiam diri berarti akan mengirimkan sinyal berbahaya ke Iran, Korea Utara dan musuh-musuh AS lainnya.
Komisi hubungan luar negeri Senat AS menyepakati resolusi mengenai aksi militer ke Suriah. Dalam draf resolusi, aksi militer dibatasi selama 90 hari dan tanpa keterlibatan tentara AS di daratan Suriah.
Jika Presiden AS Barack Obama gencar menyerukan aksi militer ke Suriah, tidak demikian dengan warganya. Berdasar polling terbaru, sebagian besar warga AS menentang aksi militer ke Suriah.