Empat calon gubernur yang bertarung di pilkada Jatim mempunyai peluang untuk memenangkan tiket masuk Grahadi. Untuk itu, jejaring partai harus dioptimalkan.
Menuntut calon independen diikutkan dalam Pilkada Jatim, Komite Pendukung Calon Independen (KPCI) Jawa Timur melakukan aksi teatrikal dengan mengusung keranda.
Calon gubernur Jatim dari PDIP, Soetjipto meminta kepada masyarakat agar tidak memilih gubernurnya yang membagi-bagikan beras. Dia meminta rakyat dengarkan hati nurani.
Partai Golkar yakin suara mereka tidak akan terpecah dalam pemilihan gubernur Jatim, meski Ridwan bergabung ke PDIP. Karena suara Golkar di Jatim tetap solid.
Dukungan Partai Damai Sejahtera (PDS) pada Soenarjo cagub dari Partai Golkar berpengaruh pada koalisi PDS dengan PDIP. PDS pun digusur dari FPDIP DPRD Jatim.
KPUD Jatim melakukan perubahan alokasi anggaran Pilgub Jatim 2008. Meski begitu, perubahan ini tidak akan mengganggu pelaksanaan pilgub 23 Juli 2008 mendatang.
DPRD Jatim membuka pendaftaran anggota Panitia Pengawas (panwas) pilgub Jawa Timur. Meski baru dibuka tanggal 17 Maret, namun saat ini sudah ada 202 nama.
Sebagai salah satu institusi kepemudaan terbesar, Pemuda Muhammadiyah (PM) Jatim akan pro aktif dalam pilgub Jatim. Mereka juga berjanji akan bersikap netral.