Pidato Presiden Obama untuk pertama kalinya tentang kekerasan di Libya dinilai penuh kehati-hatian. Diduga hal ini dilakukan karena Obama mempertimbangkan nasib warganya yang masih banyak terjebak di negara kaya minyak itu.
Mendagri Libya, Abdel Fatah Yunes, menyatakan mundur dari jabatannya. Dia bahkan menyerukan pasukan bersenjata untuk mendukung pemberontakan melawan pemimpin Moamar Khadafi.
Tak cuma masyarakat internasional, para anak buah Khadafi pun mengecam kekerasan yang dilakukan bosnya itu. Maklum, rezim Khadafi memberangus pendemo dengan mengerahkan pesawat tempur.
Situasi di Libya saat ini tengah memanas menyusul demonstrasi besar menentang kepemimpinan Presiden Moammar Khadafi. Meski begitu, di Indonesia hal ini sama sekali tidak menyurutkan niatan orang-orang yang hendak mengurus visa ke Libya.
Para diplomat Libya di luar negeri mbalelo pada pemimpin negaranya, Muammar Khadafi. Para diplomat itu menarik dukungan pada Khadafi dan meminta tentara Libya menurunkan pemimpin Libya yang setia dengan pangkat kolonelnya itu.