Ketertarikan pada bumbu Asia membawa chef ini berkeliling Asia Tenggara. Ia tidak belajar memasak di cooking school atau chef ternama melainkan dari rumahtangga. Masuk ke pelosok kota dan memasak langsung bersama penduduk asli membuatnya makin mencintai Asia.
Makanan Asia yang kaya bumbu dan segar tak pernah membosankan. Seperti rojak khas Malaysia, lumpia segar dari Thailand, mie Hokkian khas Singapura hingga es campur dan sarikaya. Semuanya disajikan dalam menu buffet untuk makan siang dan malam di tempat ini.
Produsen kecap Bango kembali memperkenalkan salah satu jenis hidangan warisan kuliner. Hidangan yang terbuat dari daging kambing ini merupakan resep otentik dari berbagai wilayah Indonesia. Dengan bumbu kecap berkualitas, sajian lezat bisa dibuat.
Daging kambing ini diolah dengan cara sederhana. Berbumbu cabai dan kecap manis sehingga gurih pedas rasanya. Ditambah dengan potongan petai aromanya jadi makin gurih enak. Cocok buat dinikmati dengan ketupat bersama sayur gurih.
Hmm... Sajian yang hangat dan lengkap ini enak dinikmati saat berbuka. Bumbu rempah yang komplet dan proses pemasakan yang perlahan membuat sup ini gurih harum.
Sederhana, tapi bikin kangen. Itulah kata-kata yang rasanya cocok menggambarkan bakmi Jawa jadul ini. Sepiring mie goreng disajikan hangat di malam hari dengan latar sibuknya Stasiun Gondangdia. Sungguh kenikmatan yang tak mahal.
Daging kambing enak juga diolah dengan bumbu gaya Jepang. Sekali ini dengan lebih banyak bawang dan disajikan dengan acar sayuran yang krenyes segar. Sebaiknya makan selagi panas agar lebih gurih dan enak.
Mengapa nama sebuah kota di Tanah Suci Arab Saudi menjadi nama sajian khas Banten yang populer hingga kini? Sejarahnya rabeg ternyata cukup panjang. Penasaran?
Bandung sebagai surga kuliner, tak hanya menampilkan makanan-makanan lokal. Beberapa makanan daerah kota-kota besar lainnya di Indonesia juga tersedia sebagai persembahan untuk pecinta kuliner. Seperti masakan Padang, Jawa, Bali dan Sulawesi.