10 WNI yang disandera kelompok bersenjata dibebaskan hari ini. Dalam negosiasi pembebasan itu, pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan dari pihak di Filipina.
Jenazah Ketum Gerindra Prof Suhardi tengah disalatkan di masjid yang berada tak jauh dari rumahnya. Ratusan warga ikut menyalati Alm Suhardi, Akbar Tandjung berada di barisan terdepan.
Relawan Prabowo-Hatta menyimpan sejumlah selongsong peluru gas, pecahan selongsong dan sebuah peluru karet. Peluru karet itu disebut Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebagai buatan Israel.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa mantan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen mengklaim dirinya sebagai saksi kunci atas kasus hilangnya 13 aktivis 1997-1998.
Komnas HAM berupaya untuk memanggil paksa Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Pemanggilan ini terkait pernyataan Kivlan yang menyebut bahwa ia mengetahui keberadaan 13 aktivis 1997-1998 yang masih dinyatakan hilang.
"Sudah, kalau kita mau turun ke jalan, turun dengan damai. Suara kalian itu ada 52 ribu. Kalau itu ditarik, kalian menang mutlak. Kalau besok mau ke KPU itu dengan damai," kata George Toisutta.
Mayjen (Purn) Kivlan Zen tidak memenuhi panggilan ketiga Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus penculikan 1998. Dengan demikian, Komnas HAM siap melakukan pemanggilan paksa.