Tampaknya persahabatan antara Presiden Donald Trump dan Elon Musk erat sekali. Baru-baru ini, Trump sampai beli Tesla demi mendukung usaha sang miliarder.
Elon Musk berang karena perusahaan mobil listriknya, Tesla, menjadi sasaran protes yang ditujukan padanya, bahkan sampai ada kendaraan Tesla yang dibakar.
Chatbot AI Grok dari xAI mengejutkan publik dengan menyebut Elon Musk sebagai penyebar misinformasi teratas. Kontroversi ini memicu perdebatan tentang bias AI.
Keterlibatan mendalam Elon Musk di pemerintahan Donald Trump, dukungannya pada partai sayap kanan Eropa dan kontroversi lainnya, tampaknya amat berdampak.
Gubernur Minnesota dan mantan calon wakil presiden dari Partai Demokrat Tim Walz, menyebut orang terkaya di dunia dan kepala DOGE Elon Musk sebagai 'nepo baby'.