Konflik di Palestina terus berlanjut. Belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk ikut menyelesaikan konflik di Jalur Gaza tersebut.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring tidak berhasil menemui Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia, Cameron R Hume. Tifatul hanya bisa menyerahkan petisi.
Meski masih dililit konflik, Palestina yakin bisa merdeka dan berdaulat di masa mendatang. Mereka berkaca pada pengalaman Indonesia yang harus berjuang 3,5 abad sebelum merdeka.
Desing peluru dan roket telah membuat anak-anak di Palestina trauma dan ketakutan. Selimut gelap malam tidak bisa membuat mata insan tidak berdosa itu terpejam lelap.
Pemerintah Palestina siap membantu mendistribusikan bantuan makanan dan obat-obatan dari Indonesia. Namun tidak untuk para sukarelawan yang berniat berperang ke sana.
Gelimang korban serangan Israel di Palestina sepertinya masih akan menghiasi Jalur Gaza. Memasuki hari keempat, tidak ada tanda-tanda negeri zionis itu akan menghentikan serangannya.
Israel tidak pedulikan kecaman dunia atas serangan militernya terhadap Palestina. Presiden SBY pun mendesak komunitas internasional dan DK PBB mengambil langkah nyata mengakhiri krisis kemanusian Israel-Palestina.
Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad akan bertemu dengan Presiden SBY. Mereka akan membuka Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk capacity building Palestina di Istana Merdeka.