Harga tiket MRT yang diperkirakan sebesar Rp 38.000 dirasa terlalu mahal bagi warga Jakarta. Oleh karena itu, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta tidak menjadikan harga tiket sebagai fokus untuk meraih keuntungan.
MRT rupanya bukan perkara mudah karena harga tiket MRT yang ditafsir sekitar Rp 38.000 mengharuskan Gubernur DKI Jakarta Jokowi 'mengemis' ke pemerintah pusat untuk bantuan subsidi. Oleh karena itu, Jokowi diminta berpikir lebih kreatif daripada meminta subsidi pemerintah pusat sebesar 70 persen dari total rencana anggaran subsidi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berupaya untuk menekan harga tiket MRT yang diperkirakan sebesar Rp 38.000 dengan meminta subsidi pemerintah pusat. Langkah ini dinilai tidak perlu, karena pemerintah provinsi DKI Jakarta bisa merangkul pihak swasta.
Keputusan soal proyek MRT akan ditentukan Gubernur DKI Joko Widodo hari ini. Sebelum itu, ada baiknya Jokowi memperhatikan saran soal penggunaan anggaran yang tepat bagi MRT.
Rencana Pemprov DKI Jakarta meremajakan bus-bus tua terhambat. Organda menilai Pemprov DKI tidak adil karena hanya akan menghibahkan 1.000 bus sedangkan Organda memiliki 5.000 armada. Meski begitu, program peremajaan armada ini tetap wajib dijalankan pengusaha angkutan.
Masyarakat Transportasi Indonesia menilai perlu ada upaya menyatukan jalur bus TransJakarta dengan bus Kopaja atau Metromini serta angkutan publik yang lain.