detikNews Kuburan Massal Berisi 1500 Mayat Ditemukan di Irak Sebuah tempat penguburan massal ditemukan di Irak. Sekitar 1.500 mayat dikuburkan di tempat itu. Minggu, 01 Mei 2005 07:26 WIB
detikNews Ayam SBY "Een broedende kip moet je niet storen, ayam angkrem (mengeram) jangan kau usik," kata Menlu Belanda Ben Bot di depan parlemen soal pemerintahan SBY. Sabtu, 30 Apr 2005 23:56 WIB
detikNews Ayam SBY "Een broedende kip moet je niet storen, ayam angkrem (mengeram) jangan kau usik," kata Menlu Belanda Ben Bot di depan parlemen soal pemerintahan SBY. Jumat, 29 Apr 2005 23:15 WIB
detikNews KAA Didesak Dukung Ungkap Kasus Munir KAA dinilai kurang berkontribusi terhadap masalah perjuangan HAM. Koalisi LSM mendesak KAA mendukung pengungkapan kasus Munir. Sabtu, 23 Apr 2005 08:13 WIB
detikNews BPK Serahkan Hasil Lengkap Audit Investigatif KPU ke DPR BPK akan menyerahkan hasil lengkap audit investigatif KPU kepada DPR hari ini. Seluruh pimpinan BPK akan menyerahkan hasil audit termasuk ketua BPK. Kamis, 21 Apr 2005 08:12 WIB
detikNews Timor Leste Tak Akan Dukung Pengadilan HAM Internasional Pemerintah Timor Leste hanya mendukung Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP). Negara itu tidak akan mendukung pengadilan HAM internasional. Rabu, 20 Apr 2005 14:30 WIB
detikNews Anwar: Khairiansyah Bukan Anggota Masyarakat, Tapi Auditor KPK mendorong agar anggota masyarakat melaporkan kasus dugaan korupsi atau pun penyuapan pada mereka. Tapi Khairiansyah bukanlah anggota masyarakat. Senin, 18 Apr 2005 14:54 WIB
detikNews Imparsial: Batalkan Pembelian Rumah Mewah untuk Dubes PBB Imparsoal mendesak deplu meninjau kembali pembelian rumah seharga Rp 75 miliar untuk Dubes dan Perwakilan Tetap RI untuk PBB Makarim Wibisono. Rabu, 06 Apr 2005 13:38 WIB
detikNews Suciwati Minta Komisi HAM PBB Monitoring Kasus Munir Suciwati, istri Munir kampanye menggalang dukungan internasional dalam mengungkap kasus kematian suaminya. Rabu, 06 Apr 2005 13:31 WIB
detikNews Imparsial: Mutasi Pati TNI Tak Perhatikan Penegakan HAM LSM Imparsial menilai mutasi besar-besaran terhadap 23 perwira tinggi dan menengah di tubuh TNI tidak memiliki sensivitas terhadap penegakan HAM. Jumat, 01 Apr 2005 16:02 WIB