Rupiah kembali melemah. Jika pada perdagangan valas pukul 08.30 WIB, Kamis (13/12/2007) rupiah bergerak di kisaran 9.293-9.299 per dolar AS, sore ini rupiah ada di posisi Rp 9.312,5 per dolar AS.
Perampokan bersenjata dengan modus membobol rumah kembali terjadi. Kali ini korbanya adalah satu keluarga pengusaha garmen keturunan India. Nilai total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.
Rupiah diperkirakan masih belum lepas dari tekanan karena tidak ada sentimen positif dalam negeri yang bisa mengurangi tekanan global.Turunnya bunga the Fed sebesar 0,25% menjadi 4,25% sedikitnya tetap akan membayangi pergerakan rupiah. Pada perdagangan valas 08.25 WIB, Rabu (12/12/2007) rupiah bergerak di kisaran 9.293-9.298 per dolar AS. Posisi pagi ini menyusut signifikan dibanding penutupan Selasa kemarin (11/12/2007).
Nilai tukar rupiah bergerak tenang menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan memutuskan arah pergerakan suku bunga AS. Mata uang ini bahkan nyaris tak bergerak. Pada perdagangan Selasa (11/12/2007), rupiah kembali dibuka tak bergerak di level 9.260 per dolar AS, atau sama dengan penutupan kemarin. Rupiah pada perdagangan kemarin juga nyaris tak bergerak dari posisi pembukaannya.
Nilai tukar rupiah bergerak santai, mengikuti pergerakan mata uang regional lainnya yang tengah berkonsolidasi menyambut rapat Bank Sentral AS (The Fed) pada Selasa, 11 Desember. Pada perdagangan Senin (10/12/2007), rupiah dibuka stabil di level 9.270 per dolar AS, atau tidak bergerak dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.