Tokoh Revolusi Iran, Ayatollah Ali Khamenei angkat bicara soal aksi unjuk rasa besar-besaran yang di Mesir. Pemimpin spriritual Iran tersebut menyebut kejadian di Mesir dan Tunisia sebagai sebuah 'gerakan pembebasan Islam' yang terpengaruh Revolusi Iran.
Lebih dari sepekan demonstrasi antipemerintah Hosni Mubarak di Mesir berlangsung. Mubarak yang diminta turun dan angkat kaki masih bertahan. Bertahannya Mubarak ditengarai karena AS yang masih ragu bersikap.
Setelah Tunisia, kini Mesir yang bergejolak. Rakyat di sana sudah muak dengan pemerintahan sekuler yang menyengsarakan rakyat. Dari revolusi Tunisia tampaknya menjalar cepat ke sejumlah negara Arab.
Hosni Mubarak masih bertahan di kursi Presiden Mesir sembari menjanjikan tidak akan ikut pemilihan presiden pada September mendatang. Trik ulur waktu ala Mubarak ini bisa jadi bumerang.
Perkembangan demokrasi web 2.0 tetap lebih berbiaya murah, dan potensi kerusakan yang dihasilkan tak semenakutkan jika ratusan ribu orang berkumpul untuk berdemo.
FPDIP dan FPKS menolak kehadiran Bibit-Chandra. Pernyataan penolakan itu salah satunya digaungkan oleh anggota FPKS Nasir Djamil dan anggota FPDIP Gayus Lumbuun. Namun, ternyata keduanya mencla-mencle.