Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan bertindak cermat terkait penyerahan berkas untuk keperluan klaim asuransi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501.
Banyaknya korban AirAsia QZ 8501 yang berasal dari Kota Surabaya membuat Wali Kota Tri Rismaharini bergerak cepat. Risma menyurati Bank Indonesia maupun pihak asuransi serta bursa efek. Ada apa?
Dedikasi Walikota Surabaya Tri Rismaharini patut diacungi jempol dalam membantu keluarga korban Pesawat AirAsia QZ8501 beserta keluarga. Risma rela kakinya lecet-lecet bahkan nyaris pingsan.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sibuk sejak hari pertama AirAsia QZ hilang kontak. Kantornya seolah pindah, dari balai kota, Bandara Juanda, dan kini lebih sering ke Polda Jatim. Meski lelah, ia tetap ceria.
Maskapai AirAsia dan keluarga penumpang bertemu beberapa kali di Surabaya. Mereka membahas berbagai hal. Salah satunya soal bantuan dana Rp 300 juta. Karena khawatir, keluarga penumpang menolak.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia memberi peringatan kepada warganya terkait potensi ancaman di kota Surabaya. Disinggung mengenai peringatan dari Kedubes AS, Walikota Surabaya Tri Rismaharini memastikan bahwa situasi di Surabaya aman.
Kasus dugaan pungutan liar Rp 25 juta yang dilakukan Wakasek SMAN 15 terhadap siswa pindahan ditanggapi Walikota Surabaya. Meski pemkot sudah mengeluarkan instruksi larangan, namun larangan itu masih dilanggar.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bekerja ekstra lagi menyiapkan data untuk keperluan klaim asuransi maupun pembuatan rekening bank bagi korban AirAsia. Ia meminta bantuan kepala daerah lain.