Pemerintah mengimpor bahan pangan seperti beras dan gula saat dolar sedang melambung. Mendag menyebut impor itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah mengimpor beras hingga 2 juta ton untuk menjaga stok beras dalam negeri. Tapi, kebijakan impor itu mengundang kritik yang berujung bully oleh publik.
Rizal Ramli menyebut Mendag Enggartiasto Lukita sebagai biang kerok dengan melebihkan impor garam. Ia juga mencatut nama Presiden Jokowi yang disebutnya takut untuk menegur Enggar karena takut dengan Surya Paloh.Enggartiasto Lukita memang beremblem Partai Nasdem yang dipimpin oleh Surya Paloh. Nasdem pun gerah dengan tudingan Rizal Ramli dan membawa kasus itu ke ranah hukum.