Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan biang kerok surplus neraca dagang makin tipis adalah kebijakan protektif yang dilakukan Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memaparkan kinerja APBN, Kamis (13/3/2025). Sri Mulyani akan memaparkan sekaligus kinerja APBN Januari dan Februari.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia butuh investasi Rp 7.500 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2026.