Suara tembakan artileri kembali terdengar di Laut Kuning yang menjadi perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Pemerintah Korsel yakin kalau Korut menggelar latihan menembak artileri.
Ketegangan masih terjadi antara Korea Utara dan Korea Selatan. Namun kondisi di Semenanjung Korea dinilai masih aman. WNI yang berada di Korea Utara pun masih belum perlu diungsikan.
Memanasnya konflik di Semenanjung Korea bisa berdampak pada perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan Korea merupakan sala satu penyumbang surplus perdagangan terbesar Indonesia.
Rencana gelar pasukan besar-besaran oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat, membuat Korea Utara berang. Media-media di Korut memberitakan kalau Semenanjung Korea sudah berada di ambang perang.
Diktator Korut Kim Jong Il dan suksesornya, Kim Jong Un, dilaporkan mengunjungi markas artileri, yang menembakkan serangan ke Korsel, beberapa jam sebelum serangan terjadi. Serangan ini dianalis untuk memoles Kim muda yang kurang dikenal.
Kehadiran emiten baru diprediksi akan menyegarkan lantai bursa. IHSG pada perdagangan akhir pekan ini pun diprediksi masih bisa bertahan di level 3.700.
Korea Selatan menambah jumlah pasukannya di perbatasan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman Korea Utara yang diduga akan meningkatkan serangan.
Presiden SBY merasa prihatin atas konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. Konflik dua negara bertetangga di Semenanjung Korea yang berakhir dengan insiden militer tersebut bisa menyebabkan konflik meluas ke negara tetangga.