Rupiah mencatat penguatan tipis di perdagangan Rabu pagi ini yang membuatnya makin berkilau. Penurunan harga minyak dunia ke US$ 127 kembali dijadikan momentum investasi di rupiah.
Rupiah pada Selasa pagi ini bergeser lagi ke arah pelemahan karena investor melanjutkan aksi ambil untung setelah penguatan yang tajam pada pekan lalu.
Rupiah mengalami koreksi tipis karena aksi ambil untung yang dilakukan investor. Minimnya sentimen segar membuat rupiah sulit mempertahankan posisi stabilnya.
Rupiah pada perdagangan Jumat pagi ini bisa kembali menggapai level positif. Turunnya harga minyak dunia ke US$ 129 per barel membuka peluang rupiah untuk menguat.
Tingginya laju inflasi Amerika Serikat membuat mata uang lokal negeri Paman Sam itu kelimpungan. Akibatnya mata uang superior lainnya menguat. Namun, inflasi di AS tak terlalu berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.