Kematian memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Toraja.Kesempatan langka untuk hadir dan menyaksikan sendiri Upacara Kematian atau yang disebut Rambu Solo di Tanah para Raja-Raja ini.
Sepiring nasi hangat dengan asap yang masih mengepul, menikmati Pamerasan Daging Kerbau ditemani sambal Lada Tu'tuk dan segelas jus Tamarella yang segar.
Umumnya pasar tradisional di Indonesia, becek, bau dan sempit, sehingga membuat orang enggan datang. Tapi beda halnya dengan Pasar Bolu, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang justru menjadi tujuan para wisatawan.
Berada di Senggo, desa terpencil di pedalaman Papua akan membuat anda merasa nyaman dengan segala keramahannya. Keberagaman warganya bagaikan miniatur Indonesia di ujung timur nusantara
Mulai dari main sekolah hingga aktifitas pemerintahan semuanya dilakukan di atas papan. Bermain bola dan aktifitas jual beli juga di atas papan. Mendengar suara bsising papan terinjan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Inilah keunikan Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat yang mendapat julukan Kota di Atas Papan
Upacara kematian di Toraja sangat meriah dan memakan waktu berhari-hari. Namun tingginya biaya membuat keluarga yang ditinggalkan terkadang menunda upacara dan penguburan.
Kuliner Nusantara mengenal berbagai sajian khas yang dimasak di dalam bambu. Salah satu yang paling terkenal adalah lemang dari Sumatra Barat, yaitu ketan yang dikukus di dalam bambu- biasa dihidangkan dengan tape dari ketan hitam.
Sejumlah suku di Indonesia ternyata memiliki kisah banjir di masa silam yang bebas dari pengaruh agama samawi. Oleh karena itu, seorang ilmuwan dari Universitas Oxford, Inggris pun yakin, di Indonesia-lah, peradaban di Zaman Es dan kisah banjir berasal.