Xinjiang dihuni sekitar 21 juta penduduk (China National Census 2010). Mayoritas adalah suku Uighur disusul Tajik, Uzbek, Hui, Tibet dan suku kecil lainnya.
Penyelidikan yang dilakukan Pakistan menyebutkan bahwa lebih dari 600 perempuan dari negeri itu dijual untuk dijadikan istri ke China selama 18 bulan terakhir.
Ketika AS mempertaruhkan hubungan dengan China saat mengesahkan UU Perlindungan Etnis Uighur, negara mayoritas muslim justru bungkam atas situasi di Xinjiang.
PM Inggris, Boris Johnson, memerintahkan otoritas keamanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap narapidana teroris yang bebas lebih awal dari penjara.