Pemerintah Korea Selatan hari ini menggelar latihan artileri terbesar dan militer laut di dekat perbatasan Korea Utara. Unjuk kekuatan ini digelar ketika ketegangan dua negara sebenarnya mulai reda.
Rasa optimis pada investor akan adanya tren bullish pada sisa akhir tahun ini masih ada. Pada perdagangan Rabu (22/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.544-3.590 dan resistance 3.663-3.689.
Ketegangan kian memuncak di semenanjung Korea. Korsel tengah bersiap-siap menghadapi kemungkinan serangan kejutan dari Korut. Militer Korsel hari ini mengerahkan jet-jet tempur yang melakukan patroli udara di berbagai wilayah Korsel. Sebuah kapal penghancur juga disiagakan di lautan.
Korea Utara menyatakan tidak akan menyerang balik Korea Selatan, meski musuhnya itu mulai menggelar latihan perang hari ini. Pyongyang menyebut latihan perang itu sebagai provokasi tercela.
Tak menghiraukan ancaman perang dari Korut, militer Korsel hari ini menggelar latihan perang di Pulau Yeonpyeong. Suara-suara tembakan terdengar silih-berganti di Yeonpyeong. Bahkan latihan tersebut membuat bunker-bunker tempat warga berlindung bergetar.
Pemerintah Korut mengancam akan melancarkan serangan ke Korsel jika militer Korsel tetap melakukan latihan perang di pulau perbatasan, Yeonpyeong. Atas ancaman itu, pemerintah Jepang mengimbau Korut untuk tidak mengambil tindakan provokasi apapun sebagai respons atas latihan perang itu.
Ketegangan di semenanjung Korea hari ini kian meningkat. Bahkan penduduk Korsel yang tinggal di lima pulau perbatasan telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka. Warga diminta masuk ke tempat perlindungan (bunker).