Pembunuh mahasiswi Akademi Kebidanan Desi Sukiman (20) di Ciracas, Jakarta Timur, SS alias R (21), akhirnya ditangkap. Jejak-jejak sang pembunuh akhirnya terungkap dari sepasang sandal jepitnya yang tertinggal di kos-kosan korban.
Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pembunuh Desi, mahasiswi kebidanan di kamar kosnya di Ciracas, Jakarta Timur. Rencananya kasus ini akan dirilis siang nanti.
Polisi terus menggali informasi kasus pembunuhan Desi Sukiman (20). Dari keterangan saksi, dipastikan tidak ada suara gaduh dari kamarnya saat pembunuhan terjadi.
Polisi telah menemukan titik terang terkait kasus pembunuhan Desi Sukiman (20), mahasisiwi Kebidanan Jayakarta yang tewas dibunuh di kamar kosnya di Ciracas, Jakarta Timur. Pelakunya masih diburu.
Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan mahasiswi kebidanan Desi Sukiman (20) yang ditemukan tewas di kosannya di Ciracas, Jakarta Timur. Dugaan mengenai pembunuhan itu dilakukan rekan korban masih ditelusuri.
Polisi mengungkapkan banyak luka sayatan dan benturan di tubuh mahasiswi kebidana Desi Sukiman (20). Pelaku pembunuhnya diduga bertindak sadis saat beraksi.
Polisi menduga mahasiswi kebidanan korban pembunuhan di kamar kosnya sempat melakukan perlawanan. Hal ini terlihat dari luka di tubuhnya dan suasana di kamar yang berantakan.
Kematian Desi Sukiman (20) menyisakan duka bagi kekasihnya yang berprofesi sebagai seorang tentara. Menurut kesaksian para warga sekitar kos, sang kekasih sangat shock dengan peristiwa ini.
Pembunuh Desi Sukiman (20), mahasiswi Akademi Keperawatan masih misterius. Ada petunjuk dari warga soal sosok misterius seorang pria yang bicara dengan Desi sebelum kejadian.