Ada yang menarik dari perayaan Hari Pendidikan Nasional pada 2018, yaitu lahirnya lagu yang berawal dari sebuah gerakan. Namun, perlukah lagu itu dibuat?
Syamsiar (30) dan Suin (25) adalah guru honorer yang mengajar di suku pedalaman di Riau. Upah yang mereka terima sebagai guru hanya Rp 500 ribu per bulan.
Guru sekolah marjinal di komunitas masyarakat suku Talang Mamak di Riau, hanya tamatan SD. Meski lulusan SD, mereka tidak ingin anak tersebut buta huruf.
Menurut para musisi, 'Semua Murid Semua Guru' bukan sekadar lagu yang dirilis di Hari Pendidikan Nasional. Mereka ingin kolaborasi itu terus dilanjutkan.