Meski berstatus second city atau kerap dianggap sebagai kampung, Pemkab Banyuwangi justru terlihat begitu lihai memanfatkan TIK. Tengok saja Lounge Digital mereka yang menjadi pusat kendali sekaligus display bagaimana konsep Smart Kampung di Banyuwangi berjalan.
Hingga saat ini, tak kurang dari 500 orang dikabarkan tewas akibat gempa berkekuatan 7.9 SR yang mengguncang Nepal. Seorang WNI yang tengah berada di Nepal, Esther Indriani menceritakan dahsyatnya getaran saat gempa terjadi.
Pariwisata Banyuwangi berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Media sosial (medsos) punya peran besar dalam promosi wisata di wilayah paling timur pulau Jawa ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, Banyuwangi fokus membangun infrastruktur TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Secara bertahap Banyuwangi membangun jaringan broadband dan belanja internet untuk kebutuhan informasi dan pelayanan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berencana untuk melakukan digitalisasi kitab kuning yang akrab digunakan di lingkungan pendidikan pesantren. Besok-besok, santri kalau mau mengaji tinggal bawa tablet saja.
Di saat kota-kota lain di Indonesia sedang gencar dengan konsep smart city masing-masing, Kabupaten Banyuwangi sudah menampakkan hasil dengan gagasan digital society.
Jika Anda menganggap Trans-Siberian Express atau Simplon-Orient Express adalah kereta paling mewah, tunggu sampai Anda naik Maharajas Express. Kabin dan fasilitasnya disebut-sebut jadi yang termewah sedunia.
Google telah merilis pembaruan teranyar untuk Android Wear. Pembaruan tersebut berisi sejumlah fitur anyar yang disebut-sebut lebih baik dibanding jam tangan pintar Apple Watch.