Edisi kedua Piala Eropa berlanjut di Spanyol pada tahun 1964. Skuad El Matador tidak menyia-nyiakan kesempatan sebagai tuan rumah dengan menjadi juara.
Dua kali dihelat dengan label European Nations Cup, tahun 1968 pesta sepakbola benua biru berganti nama menjadi European Championship. Italia menjadi negara pertama yang menjadi juara di turnamen bernama baru itu.
Tim Jerman Barat menjuarai Piala Eropa 1972. Sukses Tim Panser merebut gelar Eropa pertamanya memang sudah dapat diduga melihat keperkasaan dan juga para bintang di dalamnya.
Datang sebagai juara bertahan dan dengan pemain bintang bukan berarti Jerman Barat tampil sebagai jawara di Piala Eropa 1976. Adalah Cekoslowakia yang mencuat sebagai juara di antara negara-negara besar.
Tuan rumah Prancis berhasil menjadi juara di depan publiknya sendiri. Penampilan kapten mereka, Michel Platini, begitu mendominasi jalannya turnamen Piala Eropa ketujuh ini.
Gelaran Euro kembali menelurkan juara baru. Adalah Belanda yang menjadi kampiun dalam kejuaraan ke-8 ini. Bicara Belanda, tak lengkap jika tak bicara Total Football. Ya, itulah gaya bermain yang dibawa oleh Belanda dalam beberapa tahun terakhir.
Tim Denmark membuat kejutan besar di Piala Eropa. Datang sebagai pengganti Yugoslavia yang dicabut partisipasinya menyusul konflik di Balkan, Brian Laudrup dan kawan-kawan malah tampil sebagai juara.
Semua kejutan. Itulah yang terjadi di kampung halaman sepakbola, Inggris. Tersingkirnya tuan rumah dan beberapa favorit lain menjadi sesuatu yang tidak terduga di Piala Eropa 1996.
Bicara mengenai Piala Eropa 2004 adalah bicara mengenai Yunani. Bagaimana tidak, "Negeri Seribu Dewa" ini membalikkan segala prediksi dengan membuat kejutan dan menjadi juara.
Semarak Euro 2008 sampai juga ke seorang Donna Agnesia. Presenter sepakbola itu malah memiliki tiga jagoan sekaligus. Tak hanya menjagokan, Donna pun punya analisis sendiri.