AS menyerukan agar transisi damai dilakukan segera di Mesir. Namun Mubarak sepertinya tak terpengaruh. Dia kukuh bertengger di kursi presidennya. AS merestui tarik ulur di Mesir?
Mesir terus bergolak. Di tengah revolusi yang melanda negeri itu, Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal-kapal perangnya termasuk sebuah kapal perang dengan 800 tentara dan aset-aset militer lainnya ke Mesir. Wah, untuk apa?
Sekelompok penyerang meledakkan saluran pipa yang menyalurkan gas alam dari Mesir ke Israel. Akibat insiden ini, kebakaran sempat terjadi. Pasokan gas alam dari Mesir ke Israel pun sementara dihentikan.
Sekelompok penyerang tak dikenal meledakkan saluran pipa Mesir yang menyalurkan pasokan gas alam dari Mesir ke Israel. Akibatnya sempat terjadi kebocoran gas, namun kini telah teratasi.
Lebih dari sepekan demonstrasi antipemerintah Hosni Mubarak di Mesir berlangsung. Mubarak yang diminta turun dan angkat kaki masih bertahan. Bertahannya Mubarak ditengarai karena AS yang masih ragu bersikap.
Dari Gamal Abdul Naser, beralih ke Anwar Sadat, lalu Hosni Mubarak, rakyat Mesir hidup di bawah pemerintahan yang otoriter. Ketiga pemimpin itu sempat dipuja-puja tapi kemudian ternyata sama-sama menindas rakyatnya.
Hosni Mubarak masih bertahan di kursi Presiden Mesir sembari menjanjikan tidak akan ikut pemilihan presiden pada September mendatang. Trik ulur waktu ala Mubarak ini bisa jadi bumerang.