Setelah sukses besar di kandang sendiri, Xiaomi sejak awal tahun 2014 memulai ekspansinya ke pasar di luar China. Asia adalah salah satu target utama yang dibidik, termasuk Indonesia di dalamnya.
Xiaomi begitu fenomenal di China dan mulai melebarkan sayapnya ke pasar mancanegara. Banyak media menyebutnya sebagai Apple-nya China, bahkan CEO Xiaomi Lei Jun pun disebut sebagai Steve Jobs 'Made in China'.
Setelah hadir secara fenomenal di China, Xiaomi segera mengekspansi pasar Indonesia. Menurut rencana, di akhir bulan Agustus 2014, vendor yang kerap mendapat julukan Apple dari China ini mulai menjajakan produknya.
Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) memasuki penyelenggaraan ke-8 di tahun 2014 ini dengan kembali hadir dan mengajak generasi muda Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi dalam kompetisi ide dan aplikasi mobile pertama dan paling konsisten di Indonesia.
Satu per satu maskapai nasional bangkrut. Kondisi tersebut membuat kita semua menjadi ragu, apakah maskapai Indonesia siap menjadi macan penerbangan sipil ASEAN? Terlebih mulai 1 Januari 2015 akan berlaku ASEAN Open Sky Policy sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Apa yang sebenarnya terjadi?
Nama Xiaomi belakangan banyak dibicarakan. Di China, mereka adalah salah satu vendor smartphone yang tengah naik daun. Ponsel baru mereka biasanya laris manis diburu penggemar.
Xiaomi boleh saja telah menjadi fenomena di China. Namun bagaimana di Indonesia, dimana persaingan di pasar ponselnya sudah begitu sesak dan sengit. Apa Xiaomi masih punya harapan?
Xiaomi memastikan akan memboyong jajaran smartphone dan tablet besutannya ke Indonesia. Salah satu yang akan lebih dulu hadir adalah seri Mi3 yang dijadwalkan paling cepat Agustus nanti. Berapa harganya?
World Wide Developer Conference (WWDC) 2014 Apple belum juga memunculkan iWatch. Sementara itu, I/O Conference Google yang akan digelar akhir bulan ini bersiap menjanjikan sejumlah wearable gadget.