Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengecam rentetan serangan drone baru-baru ini yang menargetkan ladang-ladang minyak di wilayah Kurdistan, Irak.
Otoritas kehakiman Iran mengatakan seorang pria asal Eropa, yang memiliki kewarganegaraan ganda, menjalani persidangan atas tuduhan menjadi mata-mata Israel.
Rentetan serangan roket menghantam area militer bandara Kirkuk di Irak. Serangan roket itu melukai dua orang yang merupakan personel keamanan setempat.