Kemajuan industri otomotif yang ditandai dengan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia dipandang Presiden Joko Widodo memberikan dampak yang negatif.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan insentif kendaraan listrik sampai saat ini belum bisa diumumkan karena masih dihitung oleh Kementerian Keuangan.
Jokowi mewanti-wanti untuk tidak pro-kendaraan pribadi. Menurutnya, pro terhadap transportasi massal seperti kereta cepat merupakan keharusan bagi kota besar.
Jokowi menyampaikan dampak macet akibat tumbuhnya industri otomotif tak hanya terjadi di DKI, tapi juga di kota besar lainnya, seperti Surabaya, Bandung, Medan.
Jokowi menyampaikan soal peningkatan di sektor industri otomotif. Jokowi mengatakan penjualan mobil di RI menyebabkan macet di mana-mana, tak terkecuali di DKI.
Jokowi mengeluhkan kemacetan telah terjadi di mana-mana. Bahkan menurut Jokowi kemacetan bukan hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di Bandung hingga Medan.