Kabut asap sudah mulai menyelimuti Pekanbaru, Riau, pada akhir April 2013 lalu. Namun mulai menyebar ke negara jiran Singapura dan Malaysia pada pekan keempat Juni 2013 lalu. Berikut fakta mengenai kabut asap yang membuat kalang kabut 3 negara bertetangga ini.
"Hari ini dilaporkan satelit BMKG menemukan 265 titik api, itu ada analisanya. Kita hanya pakai data yang bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya," ujar Kepala BNPB Syamsul Maarif.
"Kita sedang melakukan penyelidikan. Nanti hasilnya akan disampaikan," ujar Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Mako Skuadron 17 Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.
Presiden SBY meminta maaf pada Malaysia dan Singapura atas kebakaran hutan yang memicu kabut asap hingga kedua negeri jiran itu. Sikap SBY dinilai berlebihan menghadapi tekanan dua negara itu. SBY seharusnya meminta maaf pada rakyat Riau sembari fokus berupaya memadamkan api.
Kebakaran hutan dan lahan di Riau masih berlangsung hingga saat ini. Rakyat tak mau jadi korban. Mereka meninggalkan rumahnya untuk menghindari kepungan api dan asap.
Presiden SBY memimpin upacara pemberangkatan satuan tugas pemadaman kebakaran lahan di Riau yang menjadi sumber masalah. Satgas beranggotakan tim dari TNI, Polri, BNPB, Kemkes, Kemhut dan Kemsos.
Sejak pekan lalu, kebakaran hutan di Riau menimbulkan kabut asap yang mencapai negara Malaysia dan Singapura. Kedua negara itu pun menyampaikan protes pada Indonesia. Bagaimana pejabat Indonesia bersikap?
Presiden SBY meminta maaf atas kabut asap dari wilayah Indonesia yang melanda Malaysia dan Singapura. Menko Kesra Agung Laksono menegaskan operasi memadamkan kebakaran terus dilakukan.
Kabut asap masih terus melanda Malaysia. Pemerintah Malaysia pun akan mendukung setiap tindakan yang diambil Indonesia terhadap perusahaan-perusahaan Malaysia yang terbukti terlibat kebakaran hutan di Sumatera.